Kementerian Luar Negeri RI Bersama YKPI Adakan Talk Show Deteksi Dini Kanker Payudara
Kementerian Luar Negeri RI dan Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) mengadakan talk show bertajuk “Membangun Kesadaran Risiko dan Deteksi Dini Kanker Payudara di Lingkungan Kementerian Luar Negeri” pada hari Selasa, 25 November 2025.
Bertempat di Kantor Kemlu RI Jakarta Pusat, acara ini juga terselenggara atas kerja sama dengan Dinas Pusbinjabfung, APPK, APPID, dan Asosiasi Diplomat Indonesia (ADI).
Talk show berlangsung secara hybrid, dihadiri oleh 100 peserta offline dan 193 peserta online yang terhubung dari 133 negara perwakilan Indonesia di luar negeri.
Baca juga: Rumah Singgah YKPI Terima Kunjungan Dharma Wanita Persatuan Kementerian Luar Negeri RI
Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia, Ibu Linda Agum Gumelar dan Ketua DWP Kemlu RI, Ibu Kristien Abdi tampak hadir dan memberi sambutan.
Sebagai narasumber, Dr. dr. Agus Sutarman, Sp.B. Subsp. Onk(K). MARS, SH, MH, memberikan pemahaman tentang pentingnya mengenali kondisi diri dan melakukan deteksi dini terhadap kanker payudara.
Selanjutnya, peserta melakukan praktik SADARI atau perikSA payuDAra sendiRI yang dipandu oleh Ibu Nani Firmansyah dari Yayasan Kanker Payudara Indonesia.
Berbeda dari sebelumnya, acara sosialisasi kali ini semakin bermakna karena menghadirkan penyintas kanker payudara dari SKP Dian, Ibu Anna Janiastuti Kelanit, untuk berbagi kisah perjuangan yang inspiratif.
Baca juga: DWP SETJEN DPD RI Gandeng YKPI dalam Sosialisasi Deteksi Dini Kanker Payudara dan Praktik SADARI
Meski berlangsung secara hybrid, acara berjalan lancar dan kondusif. Peserta juga tampak antusias menyimak setiap materi dari para narasumber. Terlihat dari banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan dan bersama-sama melakukan praktik SADARI.
Talk show “Membangun Kesadaran Risiko dan Deteksi Dini Kanker Payudara di Lingkungan Kementerian Luar Negeri RI” merupakan salah satu dari beragam kolaborasi yang dilakukan YKPI, guna meningkatkan kesadaran akan kanker payudara dan pentingnya deteksi dini untuk mencegah dan meningkatkan peluang kesembuhan.
Diharapkan, kolaborasi melalui sosialisasi ini bisa menumbuhkan kepedulian dan menyebarkan pesan yang bermakna untuk lingkungan sekitar, hingga merambah berbagai lapisan masyarakat di Indonesia dan luar negeri.