Konsolidasi Organisasi dan Serah Terima Pengurus Yayasan Kanker Payudara Indonesia 2026
Jakarta, (22/01) – Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) mengadakan Konsolidasi Organisasi dan Serah Terima Pengurus pada hari Kamis, 22 Januari 2026 di Jakarta.
Kegiatan ini merupakan salah satu program dari Bidang Organisasi tahun 2026 yang memiliki dua tujuan, yaitu melakukan penataan kembali berbagai unsur dalam organisasi sebagai upaya penguatan, serta serah terima beberapa pengurus di lingkungan Yayasan Kanker Payudara Indonesia.
“Dalam konsolidasi ini kita mengeluarkan beberapa hal baru dari perkembangan organisasi YKPI, yang memang harus dibuat dalam bentuk hitam di atas putih atau tertulis, termasuk juga penguatan sistem pengelolaan keuangan. Hal ini bertujuan agar nanti siapa pun yang menjadi ketua atau yang memegang organisasi ini ke depan, mereka memiliki pedoman tulisan organisasi. Walaupun sebenarnya secara praktik sudah berjalan, tapi ada tulisan-tulisan organisasi yang perlu dibukukan,” ungkap Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia, Ibu Linda Agum Gumelar.
Beliau juga sangat bersyukur dan menyambut baik adanya beberapa perubahan kepengurusan di YKPI.
“Alhamdulillah pada hari ini ada pula pergeseran pengurus dan beberapa pengurus baru yang kami lihat cukup potensial, memiliki semangat untuk bekerja sosial, semangat untuk berbagi, dan peduli kepada sesama. Saya pikir dengan kehadiran beliau-beliau ini akan semakin memperkuat motivasi semangat para pengurus untuk terus menuju visi ‘Indonesia Bebas Kanker Payudara Stadium Lanjut’ melalui program-programnya, mohon doanya...”
Kegiatan ini juga mengukuhkan beberapa nama dalam kepengurusan Yayasan Kanker Payudara Indonesia tahun 2026, antara lain:
- Ibu Maya Suharnoko yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua V kini menjabat sebagai Dewan Pengawas bersama Ibu Dara Wardhani, S.H., M.H. dan Bapak Bambang Purwanto, S.H., M.H.
- Ibu Veronica Yudo Margono dengan jabatan baru sebagai Wakil Ketua V yang mengkoordinir Bidang Dana dan Bidang Media-Public Relation
- dr. Fardiana dengan jabatan baru sebagai anggota Bidang Pendidikan dan Pelatihan serta anggota Bidang Hubungan Luar Negeri
Pada sesi wawancara, Ibu Veronica Yudo Margono, yang juga merupakan mantan Ketua Umum Dharma Pertiwi dan seorang Purnawirawan Kepolisian RI, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan.
“Pada hari ini saya diberi tugas dan amanah dari Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia. Saya sangat senang bergabung di YKPI karena ini bekerja di bidang sosial. Ke depannya saya ingin lebih banyak berbagi dan memberikan hal positif.”
dr. Fardiana sebagai pengurus baru dalam Bidang Pendidikan-Pelatihan dan Bidang Hubungan Luar Negeri juga mengungkapkan rasa syukur dan harapannya kepada Yayasan Kanker Payudara Indonesia.
“Harapannya ke depan saya bisa berpartisipasi di bidang pendidikan dan pelatihan juga hubungan luar negeri, serta memaksimalkan penggunaan data besar yang dimiliki YKPI untuk upaya menurunkan kanker payudara stadium lanjut.”
dr. Fardiana atau akrab disapa dr. Nana ini juga mengungkapkan pentingnya pendidikan dan pelatihan serta hubungan luar negeri bagi organisasi sosial seperti YKPI.
“Penting banget bagi YKPI go internasional karena Indonesia rasanya sampai saat ini belum memiliki yayasan nirlaba kanker payudara yang dikenal di luar negeri. Sedangkan di luar negeri banyak sekali organisasi-organisasi yang sebetulnya mewadahi para survivor, makanya YKPI ini harus lebih maju supaya bisa berada di kancah internasional.”
“YKPI memiliki salah satu misi untuk mengedukasi masyarakat, sehingga Bagian Pendidikan dan Pelatihan ini harus mampu mendesain material yang bisa diterima oleh masyarakat agar meningkatkan kesadaran mereka untuk mau deteksi dini kanker payudara,” tambah dokter yang juga aktif sebagai pengajar ini.
Dengan adanya kegiatan konsolidasi organisasi serta keberadaan pengurus baru di lingkungan Yayasan Kanker Payudara Indonesia, diharapkan dapat menjadikan organisasi ini sebagai satu kesatuan yang lebih solid, efisien, dan mampu memberi kebermanfaatan nyata bagi masyarakat yang lebih luas, khususnya dalam menurunkan angka kejadian kanker payudara stadium lanjut, sesuai dengan visi YKPI.